Friday, January 29, 2021

Peran Serta Warga Dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

 Daring ke - 4 PKn Kelas X Tanggal 30 Januari 2021

Bentuk Peran Serta Warga Dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa


Indonesia adalah negara dengan beragam kebudayaan, suku, ras dan agama. Di sisi lain, letak Indonesia yang menjadi jalur transportasi banyak negara tak hanya mendatangkan keuntungan, tetapi juga ancaman.
Misalnya, masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan norma, masuknya obat-obatan terlarang, penggelapan barang, dan masih banyak lainnya. Maka dari itu, peran serta warga dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sangat diperlukan.
Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dapat dimulai dari hal kecil. Misalnya, tidak merusak lingkungan, menjaga ketertiban umum, menghindari perkelahian, menjunjung hak asasi manusia, menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Mengutip buku Ajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (2019), untuk menjaga persatuan dan kesatuan dapat dilakukan dengan menumbuhkan karakter diri, seperti ketulusan, semangat persatuan, kesediaan berkorban, optimisme, dan usaha bela negara.

Menurut UU No. 3 tahun 2002, bela negara merupakan sikap dan perilaku warga yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD RI Tahun 1945. Bela negara dapat berupa fisik dan non fisik.
Bela negara fisik merupakan pembelaan terhadap setiap hambatan, gangguan, halangan, dan tantangan yang dilakukan warga negara untuk melindungi bangsa dan negara. Sedangkan bela negara non fisik merupakan pembelaan berdasarkan hak, kewajiban, dan kehormatan melalui profesi dan kemampuan masing-masing warga untuk meningkatkan ketahanan nasional.
Menurut UU No. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, keikutsertaan warga negara dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, yaitu:
  1. Pendidikan kewarganegaraan
  2. Pelatihan dasar kemiliteran
  3. Pengabdian sebagai Tentara Nasional Indonesia
  4. Pengabdian sesuai dengan keahlian atau profes
Kerjakan Latihan sebagai Presensi  Kehadiran melalui link di bawah ini
Sumber bacaan


Pengaruh globalisasi bagi bangsa dan negara

Daring ke - 4 PKn Kelas XII Tanggal 30 Januari 2021

Pengaruh globalisasi bagi bangsa dan negara 

Globalisasi bisa menjadi peluang dan tantangan bagi sebuah negara, salah satunya Indonesia. Globalisasi juga memiliki dampak positif maupun negatif bagi bangsa dan negara. Dengan globalisasi maka peluang untuk mendapatkan hasil produksi semakin luas, perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin cepat. Kemudian lapangan kerja menjadi luas. Itu sebagai tantangan bagi bangsa untuk meningkatkan kualitas. Dalam buku Globalisasi: peluang atau ancaman bagi Indonesia (2009) karya Budi Winarno, bagi ekonomi nasional suatu bangsa, dampak perubahannya cukup jelas. Ketika perekonomian nasioanl suatu negara telah terintegrasi ke dalam pasar-pasar global maka perekonomian ini tidak dapat lagi terbebas dari pengaruh kekuatan-kekuatan ekonomi dan politik eksternal.


Terdapat tiga mekanisme bagaimana perubahan-perubahan tersebut berdampak terhadap ekonomi nasional, yakni: 
  1. Tekanan perdagangan yang semakin kompetitif 
  2. Multinasionalisasi produksi 
  3. Integrasi pasar keuangan.

Dampak positif dan negatif 
Globalisasi memiliki dampak positif dan negatif bagai kehidupan bangsa dan negara. 

Berikut dampak positif, yakni: 

Perubahan tata nilai dan sikap 
Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud), globalisasi menyebabkan perubahan tata nilai sosial budaya, cara hidup, pola pikir, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa lain yang telah maju. 

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi 
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak bagi kehidupan sosial ekonomi yang lebih produktif, efektif, dan efisien. Dengan kemajuan di bidang teknologi, komunikasi, informasi dan transportasi akan memudahkan manusia.

Tingkat kehidupan menjadi lebih baik 
Globalisasi membantu memperkenalkans kehidupan sosial dan budaya Indonesia. Sehingga turisme dan pariwisata berkembang. Globalisasi juga membantu meluaskan pasar produk dalam negeri. Sehingga produksi dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional. Kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan pembangunan negara meningkat.

Berikut dampak negatif, yakni: 
Lunturnya nilai budaya asli 
Ada beberapa dampak negatif dalam lunturnya nilai budaya asli: 
  1. Arus globalisasi yang sangat deras dapat menggerus nilai-nilai budaya asli. Contohnya itu, semakin luntur semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian, atau kesetiakawanan. 
  2. Cara berpakaian, cara berpakaian bangsa Barat pun perlahan masuk dalam budaya kita 
  3. Meniru perilaku yang buruk dan gaya hidup kebarat-baratan, Misalnya, perkelahian antar pelajar dan adegan-adegan kekerasan 
  4. Memberi salam atau mencium tangan orang tua sudah tergantikan oleh "cipika-cipiki" yang diperkenalkan budaya Barat. Padahal itu tidak sesuai dengan Bangsa Timur yang lebih mengedepankan etika dalam bermasyarakat. 
  5. Meniru idola Cara berpakaian para aktris atau penyanyi dari barat sangat bertentangan dengan cara berpakaian di Indonesia.

Perubahan gaya hidup 
  1. Individualistis, sikap mementingkan diri sendiri 
  2. Pragmatis, melakukan suatu kegiatan yang menguntungkan saja 
  3. Materialistis, sikap mengukur sesuatu dengan materi 
  4. Hedonism, sikap bergaya hidup mewah dan boros 
  5. Konsumtif, pola konsumsi yang sudah melebihi batas 
  6. Sekuler, sikap yang lebih mementingkan kehidupan duniawi 

Terjadinya eksploitasi sumber daya alam yang mengakibatkan kerusakan linggkungan dan polusi limbah industri.

Kerjakan Latihan sebagai Presensi  Kehadiran melalui link di bawah ini

https://forms.gle/w3LH5AwovBsgqirt5

Sumber bacaan

Fatma Indahwati,2020,PKn SMA/MA Kelas XII 3,Jakarta: CV Graha

https://www.kompas.com/skola/read/2020/03/12/170000569/pengaruh-globalisasi-bagi-negara?page=all

Peran Indonesia dalam perdamaian dunia

Daring ke - 4 PKn Kelas XI Tanggal 30 Januari 2021

Dalam buku Pengetahuan Sosial Sejarah oleh Drs. Tugiyono, disebutkan peran Indonesia dalam perdamaian dunia:

1. Mengirim kontingen Garuda Indonesia

Mengirim kontingen Garuda merupakan peran Indonesia dalam PBB untuk ikut serta menciptakan perdamaian dunia.
Kontingen Garuda ada yang dikirim ke Timur Tengah (Arah, Israel, Mesir), Kongo, Kamboja, Yugoslavia, dan beberapa negara lain yang sedang mengalami konflik.

2. Peran Indonesia dalam perdamaian dunia lainnya yakni bersama negara Mesir, India, Yugoslavia, dan Ghana, menjadi pelopor berdirinya Gerakan Non Blok (GNB)

Gerakan Non Blok berusaha meredakan ketegangan dunia dan menciptakan perdamaian dunia yang ketika itu (1960-an) terancam akibat terjadinya perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur.

3. Ikut secara aktif membantu menyelesaikan konflik di Kamboja dengan mensponsori penyelenggaraan Jakarta Informal Meeting (JIM I) bulan Juli 1988

Kegiatan tersebut berhasil menemukan masalah yang penting dalam menyelesaikan konflik di Kamboja, yaitu penarikan pasukan Vietnam dari Kamboja dan upaya mencegah kembalinya rezim Pol Pot yang banyak melakukan pembantaian rakyat Kamboja.

4. Hubungan Internasional

Dalam buku 'Pasti Bisa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA Kelas XI oleh Tim Ganesha Operation, disebutkan, peran Indonesia dalam perdamaian dunia yakni melalui hubungan internasional.

Bentuk peran Indonesia dalam hubungan internasional sebagai berikut:

a. Mengirimkan duta besar ke beberapa negara atau menerima duta besar negara lain yang menjalin kerja sama dengan Indonesia.

b. Mendukung gerakan zona bebas nuklir di kawasan negara-negara anggota Association of South East Asian Nations (ASEAN).

c. Mendukung terselenggaranya ASEAN Free Trade Area (AFTA) di kawasan negara anggota ASEAN.

d. Peran Indonesia lainnya dalam perdamaian dunia dalam bentuk hubungan internasional yakni turut berpatisipasi dalam kegiatan pertukaran pelajar dan mahasiswa dari dan ke luar Indonesia.


Kerjakan Latihan sebagai Presensi  Kehadiran melalui link di bawah ini

https://forms.gle/oumfntUgKi9wGv5T7

Sumber bacaan

Friday, January 22, 2021

Tujuan Dan Misi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

 Daring ke - 3 PKn Kelas X Tanggal 23 Januari 2021

Tujuan Dan Misi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)


Setiap negara memiliki tujuan atau visi yang berbeda-beda serta menggunakan cara yang berbeda pula dalam mencapai tujuan atau visi dari negara tersebut. Dibawah ini akan dijeskan mengenai tujuan dari negara Indonesia dan upaya yang dilakukan guna mencapai tujuan tersebut.

Tujuan Berdirinya Negara Indonesia

Bangsa Indonesia mempunyai cita-cita untuk menciptakan negara yang bersatu, berdaulat, adil, serta makmur. Dengan kesimpulan secara singkat, negara Indonesia memiliki cita-cita untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang adil serta makmur yang berlandaskan pada Pancasila serta UUD 1945.

Masalah ini serasi dengan amanat yang termuat dalam Alinea II dalam Pembukaan UUD 1945, ialah negara yang bersatu,merdeka, adil, berdaulat, serta makmur.

Tujuan negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai yang termuat di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dalam alinea VI. Secara lebih jelas ialah sebagai berikut:

  1. Melindungi seluruh bangsa Indonesia serta semua tumpah darah Indonesia.
  2. Meningkatkan kesejahteraan umum.
  3. Mencerdaskan kehidupan bangsa.
  4. Ikut menjalankan ketertiban dunia yang berlandaskan pada kemerdekaan perdamaian abadi serta keadilan sosial.

Mengenai visi dari bangsa Indonesia ialah tercapainya masyarakat Indonesia yang memiliki kedamaian, demokrasi, keadilan, sejahtera, maju, serta memiliki daya saing dalam organisasi negara kesatuan Republik Indonesia yang ditopang dengan adanya manusia Indonesia yang mandiri, bertaqwa, sehat, beriman, berakhlak mulia, berkesadaran hukum, serta lingkungan, mempunyai semangat kerja yang tinggi, cinta tanah air, serta memiliki kedisiplinan.

Misi Negara Indonesia

Agar tercapainya visi bangsa Indonesia yang ditentukan oleh misi, antara lain:

  1. Adanya aktualisasi terhadap Pancasila yang sesuai dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, serta bernegara.
  2. Pemeliharaan kedaulatan rakyat dalam semua aspek kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa, serta bernegara.Pemberdayaan masyarakat serta semua ketahanan ekonomi nasional, terlebih pengusaha kecil, menengah, serta koperasi, melalui pengembangan sistem ekonomi kerakyatan yang berdasar pada mekanisme pasar yang memiliki keadilan yang berbasis pada sumber daya alam serta sumber daya manusia yang mandiri, berdaya saing, proaktif, maju, dan berpandangan lingkungan serta berkelanjutan.
  3. Pelaksanaan politik luar negeri yang memiliki kedaulatan, kebermanfaatan, proaktif, serta bebas demi kebutuhan nasional dalam melawan perkembangan global.
  4. Pelaksanaan terhadap kesejahteraan rakyat yang dapat dilihat dengan peningkatan terhadap kualitas kehidupan yang memadai, memiliki manfaat, dan melakukan perhatian terutama dalam masalah kecukupan terhadap kebutuhan dasar, ialah sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, serta lapangan pekerjaan.
  5. Pelaksanaan sistem serta suasana pendidikan nasional secara demokratis serta memiliki mutu agar mampu memperkuat akhlak mulia, berpandangan kebangsaan, keratif, cerdas, inovatif, memiliki tanggung jawab, sehat, memiliki keterampilan, disiplin, dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi dalam kerangka untuk mengembangkan kualitas manusia di Indonesia.
  6. Pelaksanaan terhadap sistem hukum nasional yang memberikan jaminan terhadap tegaknya supremasi hukum serta hak asasi manusia yang berdasarkan keadilan serta kebenaran.
  7. Pengembangan aktualisasi terhadap ajaran agama yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari guna menciptakan kualitas keimanan serta ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dikehidupan serta keyainan terhadap persaudaraan umat beragama yang memiliki akhlak rukun,mulia, darai serta toleransi.
  8. Adanya jaminan terhadap keadaan yang aman, tertib, ketentraman serta kedamaian dalam masyarakat.
  9. Pelaksanaan kehidupan sosial budaya yang memiliki kepribadian , kreatif, dinamis, serta mampu bertahan dalam adanya pengarus globalisasi.
  10. Pelaksanaan aparatur negara yang memiliki fungsi dalam melayani masyarakat, produktif, berpengalaman, berdaya guna, transparasi, bebas dari korupsi, kolusi serta nepotisme.
  11. Pelaksanaan terhadap otonomi daerah dalam kerangka pembangunan daerah serta melakukan pemerataan pertumbuhan dalam ruang lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kerjakan Latihan sebagai Presensi  Kehadiran melalui link di bawah ini

Sumber bacaan

Fatma Indahwati,2020,PKn SMA/MA Kelas X b,Jakarta: CV Graha

ASEAN (Association of South East Asian Nations)

Daring ke - 3 PKn Kelas XI Tanggal 23 Januari 2021

b. ASEAN (Association of South East Asian Nations)

Selanjutnya, salah satu organisasi internasional adalah ASEAN (Association of South East Asian Nations). Pembentukan organisasi ini berdasarkan regional atau aspek kewilayahan. Negara-negara yang menjadi anggotanya adalah negara kawasan Asia Tenggara.

Tangga berdirinya ASEAN sendiri ialah  8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Tujuannya pun tidak lainguna mengukuhkan kerja sama antarbangsa yang ada di Asia Tenggara. ASEAN dibentuk oleh lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand.  Semuanya kemudian diikat dalam  suatu perjanjian yang dikenal sebagai Deklarasi Bangkok. Adapun  deklarasi tersebut ditandatangani oleh lima tokoh pendiri ASEAN, yaitu:

  1. Adam Malik (perwakilan Indonesia)
  2. Narcisco R. Ramos (perwakilan Filipina)
  3. Tun Abdul Razak (perwakilan Malaysia)
  4. Rajaratman (perwakilan Singapura)
  5. Thanat Khoman (perwakilan Thailand)

Negara Anggota ASEAN

Kelima perwakilan ini merupakan menteri luar negeri dari negara masing-masing negara yang mengadakan pertemuan di Bangkok. Saat ini ASEAN sudah beranggotakan hampir semua negara yang ada di kawasan Asia Tenggara kecuali Papua New Guinea dan Timor Leste. Negara-negara anggota tersebut, yaitu  Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Myanmar, Kamboja, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos.

Tujaun Berdirinya ASEAN

Sebenarnya ada beberapa tujuan ASEAN yang teramat penting. Hal ini didasarkan pada  deklarasi Bangkok. Adapun tujuan pembentukannya  adalah:

  1. Bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara melalui usaha bersama dengan semangat persamaan dan persahabatan untuk memperkuat landasan bagi masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai.
  2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional melalui penghormatan dan keadilan dan tata tertib hukum dalam hubungan antarnegara Asia Tenggara dan penataan prinsip-prinsip piagam perserikatan bangsa-bangsa.
  3. Memajukan kerja sama aktif dan saling membantu dalam hal kepentingan bersama di bidang ekonomi, sosial, kebudayaan, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.
  4. Saling membantu dalam bentuk kemudahaan latihan dan penelitian dalam bidang pendidikan, profesi, teknik, dan administrasi.
  5. Bekerja sama yang lebih efektif untuk penggunaan pertanian dan industri mereka yang lebih besar, perluasan perdagangan termasuk pengkajian masalah-masalah perdagangan komoditi internasional, memajukan kemudahan transportasi dan komunikasi, dan peningkatan taraf hidup rakyat.
  6. Memelihara kerja sama yang erat dan berguna dengan organisasi internasional dan regional yang bertujuan sama dan mencari semua kemungkinan untuk kerja sama yang lebih erat di antara mereka.
  7. Memajukan pengkajian Asia Tenggara.

Struktur dalam Organisasi ASEAN

Sebagaimana layaknya sebuah organisasi, ASEAN juga punya struktur keorganisasian. Struktur organisasi ASEAN ini didasarkan pada deklarasi Bangkok tahun 1967 yang kemudian ditetapkan organ-organ ASEANsebagai berikut.

  1. Sidang Tahunan para menteri, merupakan badan tertinggi dalam ASEAN.
  2. Standing Committee, tugasnya adalah melakukan kegiatan ASEAN dalam jangka waktu antara dua sidang tahunan para menteri.
  3. Sekretariat nasional ASEAN yang didirikan oleh negara anggota masing-masing.
  4. Komite-komite ASEAN meliputi komite tetap, komite khusus atau komite Ad Hoc.

Selain struktur organisasi, ASEAN juga memiliki peran bagi hubungan internasional. Adapun peran ASEAN bagi hubungan internasional didasarkan padapertemuan KTT ASEAN yang ke-9 di Bali pada tahun 2003 lalu.  Kerjasama ASEAN Community meliputi tiga bidang, yaitu:

  1. Politik keamanan (ASEAN Security Community)
  2. Ekonomi (ASEAN Economic Community)
  3. Sosial budaya (ASEAN Socio-cultural Community)

ASEAN sebagai organisasi yang didasarkan pada wilayah atau regional juga melakukan hubungan dengan negara-negara bukan anggota ASEAN.  Sebutan untuk hal ini disebut dengan  mitra wicara (dialogue partners).

Sekarang ini, ASEAN seudah mempunyai sebanyak  sepuluh negara mitra wicara, yaitu Kanada, Cina, Uni Eropa, Jepang, India, Rusia, Selandia Baru, Republik Korea, Amerika Serikat, dan Australia. Selain punya dialogue partners,  ASEAN juga memiliki mitra kerja sama sektoral, yaitu Pakistan dan UNDP. Jika dijabarkan satu persatu, maka, hubungan ASEAN dengan negara-negara mitra dialognya ialah sebagai berikut:

  1. ASEAN melakukan jalinan kerja sama kemitraan ekonomi secara komprehensif atau menyeluruh dengan Closer Economic Relations/CER (Selandia Baru dan Australia) dan rok.
  2. ASEAN telah mengeluarkan deklarasi bersama dengan tujuan memerangi kejahatan transnasional bersama Cina, Uni Eropa, Australia, Jepang, India, US dan Rusia.
  3. ASEAN mengembangkan kerja sama dalam kerangka ASEAN+3 (ASEAN plus three, yaitu ASEAN dengan Jepang, Republik Korea dan Cina).
  4. ASEAN sudah melakukan penandatanganan terhadap beberapa perjanjian perdagangan bebas dengan mitra wicaranya dalam bentuk perjanjian kemitraan ekonomi yang menyeluruh dengan India Cina, dan Jepang.
Kerjakan Latihan sebagai Presensi  Kehadiran melalui link di bawah ini
Sumber bacaan

Fatma Indahwati,2020,PKn SMA/MA Kelas X 2b,Jakarta: CV Graha

Thursday, January 21, 2021

Definisi Umum Globalisasi

 Daring ke - 3 PKn Kelas XII Tanggal 

Definisi Umum Globalisasi

Pengertian Globalisasi adalah suatu hubungan sosial yang telah mendunia, kemudian saling terhubung satu sama lain, sehingga kejadian dari tempat yang berbeda bisa dirasakan dampaknya bagi tempat yang lainnya. Globalisasi ini, berasal dari bahasa inggris Globalization. Dimana terdiri dari dua buah kata yaitu global yang berarti mendunia dan lization yang artinya proses. Sehingga, secara umum globalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses yang mendunia.

Definisi Globalisasi Menurut Ahli

Definisi Globalisasi menurut para ahli, tentu saja sangat beragam. Meskipun memang pada intinya akan tetap mengarah pada satu pengertian. Secara umum, beberapa ahli merumuskan pengertian globalisasi sebagai berikut ini :

1. Malcom Waters

Globalisasi menurut Malcom Waters, merupakan sebuah ruang lingkup geografis dan juga budaya dimana memberikan efek sebuahpemikiran untuk menjadi satu atau universal

2. Mansour Fakih

Globalisasi menurut Mansour Fakih, globalisasi sangat ditandai dengan sbuah kemajuan peranan pasar, investasi yang ada serta bidang ekonomi secara global, dimana saling berhubungan satu sama lainnya.

3. Anthony Giddens

Globalisasi menurut Anthony Giddens, merupakan suatu hubungan sosial yang telah mendunia. Dimana suatu kebudayaan atau kebiasaan dari satu negara, akan bisa mempengaruhi negara yang lainnya.

Teori Tentang Globalisasi

Setelah membahas mengenai definisi globalisasi, maka selanjutnya kita bahas mengenai teori globalisasi. Ada beberapa teori tentang globalisasi yang dikemukakan oleh para ahli. Dan saat ini kita akan membahas teori tentang globalisasi menurut Cochrane dan Pain. Setidaknya, ada 3 peranan utama dalam globalisasi :
  1. Globalis
  2. Para Tradisionalis
  3. Para Transformalis

Para Globalis, Menyatakan bahwa dengan adanya globalisasi, maka akan secara langsung membawa konsekuensi pada kehidupan di seluruh dunia. Bahwa nantinya, akan ada suatu serangan budaya yang homogen yang akan menyebar keseluruh dunia.

Menanggapi hal tersebut, para globalis yang positif akan mengatakan bahwa hal tersebut bisa membuat masyarakat globalisasi menjadi lebih toleran dan terbuka terhadap bidaya dari luar budaya yang mereka miliki.

Namun, untuk globalis negatif, akan mengatakan bahwa hal tersebut dapat melunturkan budaya asli yang dimiliki oleh suatu daerah. Dan ini merupakan sebuah upaya untuk bisa menjajah budaya lainnya.

Para Tradisionalis, yang ada dalam teori ini adalah orang-orang yang tidak menganggap bahwa globalisasi sedang terjadi. Mereka hanya menganggap bahwa proses yang saat ini terjadi merupakan sebuah dampak dari perubahan yang sudah terjadi sejak zaman dahulu.

Para Transformalis, Orang yang posisinya ada diantara globalis dan tradisionalis. Orang-orang ini menganggap bahwa memang benar globalisasi sedang terjadi, namun keadaanya terlalu dilebih-lebihkan.

Teori Globalisasi menurut George Ritzer

Teori ini mengatakan bahwa era globalisasi ditandai dengan adanya sebuah perkembangan dalam bidang komunikasi. Misalnya yaitu dengan munculnya telephoneatau televisi. Kemudian akan diakhiri dengan kesadara masyarakat secara global mengenai hal tersebut.

Faktor-faktor Penyebab Globalisasi

Tentu saja dalam sebuah proses terjadinya globalisasi, akan ada suatu penyebab atau pendorong. Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi faktor penyebab globalisasidapat terjadi.

a. Adanya Perkembangan Teknologi dan Informasi

b. Adanya Suatu Kerjasama Internasional

c. Adanya Kemudahan Dalam Sistem Transportasi

d. Sistem Ekonomi yang Terbuka

Dampak Globalisasi bagi Suatu Negara

Tentu, dengan adanya globalisasi ini akan menimbulkan banyak dampak. Baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Dan dampak ini akan sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat secara global.

1. Dampak Positif Globalisasi

  1. Menjadi mudah untuk memperoleh informasi serta ilmu pengetahuan
  2. Kehidupan masyarakat baik sosial ekonomi akan meningkat
  3. Adanya kemajuan dalam bidang teknologi, komunikasi, transportasi, dan informasi yang semakin memudahkan aktivitas manusia.

2. Dampak Negatif Globalisasi

  1. Terlalu mudah budaya asing masuk, sehingga bisa mempengaruhi budaya lokal yang ada
  2. Mulai luntur nilai-nilai budaya, misalnya gotong royong dan lain sebagainya
  3. Rusaknya lingkungan, serta meningkatnya tingkat polusi udara
  4. Maraknya penyelundupan barang-barang terlarang, dan juga ilegal.

Selain dampak positif serta negatif seperti dijelaskan diatas. Globalisasi ini juga memiliki beberapa dampak dalam berbagai bidang. Misalnya yaitu dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya.

3. Dampak Globalisasi Dalam Bidang Politik

Dengan adanya globalisasi ini, maka pemikiran ketatanegaraan pun mulai terbuka. Dan mulai menyesuaikan untuk bisa memperoleh sistem kenegaraan yang terbaik. Demi terciptanya kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya sistem politik yang terbuka seperti ini, maka semakin mudah juga dampak dari globalisasi akan masuk.

Biasanya dampak negatifnya adalah akan muncul rasa haus akan kekuasaan, dan munculnya kebiasaan politik uang. Yang menjadikan uang adalah segalanya.

4. Dampak Globalisasi Dalam Bidang Ekonomi

Dalam dampak ekonomi ini sebenarnya globalisasi paling banyak memberikan peran. Dengan adanya semua kemudahan yang ditawarkan, terutama dalam hal yang menyebabkan kebutuhan masyarakat meningkat.

Maka tingkat konsumsi masyarakat juga semakin meningkat. Hal ini membuat masyarakat juga berlomba-lomba menunjukkan dan menginginkan produk yang terbaik. Sehingga tak jarang yang rela mengocek uang lebih demi mendapatkan barang mahal kelas dunia.

Kerjakan Latihan sebagai Presensi  Kehadiran melalui link di bawah ini

https://forms.gle/FbsXgVzjMC3DNWuP7

Sumber bacaan

https://belajargiat.id/globalisasi/

Fatma Indahwati,2020,PKn SMA/MA Kelas XII 3,Jakarta: CV Graha

Friday, January 15, 2021

Integrasi Nasional

Daring PKn Ke 2 Tanggal 16 Januari 2021

Pengertian Integrasi Nasional

Integrasi nasional berasal dari dua kata, yaitu “integrasi” dan “nasional”.

Integrasi berasal dari bahasa Inggris, integrate, artinya menyatupadukan,

menggabungkan, mempersatukan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,

integrasi artinya pembauran hingga menjadi satu kesatuan yang bulat dan

utuh. Kata nasional berasal dari bahasa Inggris, nation yang artinya bangsa.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, integrasi nasional mempunyai arti

politis dan antropologis.

a. Secara Politis

Integrasi nasional secara politis berarti penyatuan berbagai kelompok

budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk

suatu identitas nasional.

b. Secara Antropologis

Integrasi nasional secara antropologis berarti proses penyesuaian di

antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai suatu

keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat.

Berikut adalah pendapat para ahli tentang integrasi.

1. Howard Wriggins

Integrasi bangsa berarti penyatuan bagian yang berbeda-beda

dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau

memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang jumlahnya banyak

menjadi satu kesatuan bangsa.

2. Myron Weiner

Integrasi menunjuk pada proses penyatuan berbagai kelompok

sosial dan budaya ke dalam satu kesatuan wilayah, dalam rangka

pembentukan suatu identitas nasional. Integrasi biasanya mengandalkan

adanya satu masyarakat yang secara etnis majemuk dan setiap kelompok

masyarakat memiliki bahasa dan sifat-sifat kebudayaan yang berbeda.

3. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin

Integrasi nasional ini sebagai proses penyatuan suatu bangsa

yang mencakup semua aspek kehidupannya, yaitu aspek sosial, politik,

ekonomi, dan budaya. Integrasi juga meliputi aspek vertikal dan

horisontal.

2. Syarat Integrasi

Syarat keberhasilan suatu integrasi di suatu negara adalah sebagai

berikut.

a. Anggota-anggota masyarakat merasa

bahwa mereka berhasil saling mengisi

kebutuhan-kebutuhan antara satu dan

lainnya.

b. Terciptanya kesepakatan (konsensus)

bersama mengenai norma-norma dan

nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan

dijadikan pedoman.

c. Norma-norma dan nilai-nilai sosial

dijadikan aturan baku dalam

melangsungkan proses integrasi sosial.

Dengan demikian, kita perlu memahami dan mengetahui faktor-faktor

pembentuk integrasi nasional, baik faktor pembentuk maupun faktor

penghambat integrasi nasional. Berikut ini faktor-faktor tersebut.

a. Faktor pembentuk integrasi nasional

1) Adanya rasa senasib dan seperjuangan yang diakibatkan oleh faktor

sejarah.

2) Adanya ideologi nasional yang tercermin dalam simbol negara yaitu

Garuda Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

3) Adanya tekad serta keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa

indonesia seperti yang dinyatakan dalam Sumpah Pemuda.

4) Adanya ancaman dari luar yang menyebabkan munculnya semangat

nasionalisme di kalangan bangsa Indonesia.

5) Penggunaan bahasa Indonesia.

6) Adanya semangat persatuan dan kesatuan dalam bangsa, bahasa, dan

tanah air Indonesia.

7) Adanya kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama,

yaitu Pancasila.

8) Adanya jiwa dan semangat gotong royong, solidaritas, dan toleransi

keagamaan yang kuat.

9) Adanya rasa senasib sepenanggungan akibat penderitaan penjajahan.

10) Adanya rasa cinta tanah air dan mencintai produk dalam negeri.

b. Faktor penghambat integrasi nasional

1) Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang bersifat

heterogen.

2) Kurangnya toleransi antargolongan.

3) Kurangnya kesadaran dari masyarakat Indonesia terhadap ancaman dan

gangguan dari luar.

4) Adanya ketidakpuasan terhadap ketimpangan dan ketidakmerataan

hasil-hasil pembangunan.

Kerjakan Latihan sebagai Presensi  Kehadiran melalui link di bawah ini

https://forms.gle/g9AMTC1kW1C4hcYa9

Sumber bacaan

Fatma Indahwati,2020,PKn SMA/MA Kelas X 1b,Jakarta: CV Graha

Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan Iptek

Daring PKn Ke 2 Tanggal 16 Januari 2021 

Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan Iptek


Tidak ada satu pun negara bangsa di dunia ini yang bisa lepas dari pengaruh kemajuan iptek. Meskipun negara tersebut dikenal sebagai negara adidaya atau negara maju, tetap saja tidak bisa melepaskan diri dari kemajuan iptek. Terlebih lagi Indonesia yang baru disebut sebagai negara berkembang, akan sangat sulit bagi negara kita untuk mengelak dari pengaruh atau implikasi
kemajuan iptek. Akan tetapi, Indonesia sebagai bangsa yang besar harus mempunyai sikap yang tegas terhadap kemajuan iptek ini.
Ada tiga alternatif sikap yang bisa diambil oleh bangsa kita dalam menghadapi kemajuan iptek.
1.      - Menolak dengan tegas semua pengaruh kemajuan iptek dalam semua aspek kehidupan.
2.      - Menerima sepenuhnya pengaruh tersebut tanpa disaring terlebih dahulu.
3.      - Bersikap selektif terhadap pengaruh tersebut, yaitu kita mengambil hal-hal positif dari kemajuan iptek dan membuang halhal negatifnya.
Dari ketiga alternatif tersebut, sikap terbaik yang mesti kita ambil adalah sikap selektif. Dengan sikap seperti itu, kita dapat mengambil keuntungan dari kemajuan iptek dan terhindar dari dampak buruknya, karena semua pengaruh kemajuan iptek yang kita terima telah melalui proses penyaringan terlebih dahulu. Adapun alat penyaringnya adalah Pancasila. Nilai-nilai Pancasila merupakan cerminan dari nilai-nilai budaya bangsa yang dapat diterima oleh semua kalangan sehingga dapat dijadikan benteng yang kukuh dalam menghadang pengaruh negatif dari kemajuan iptek.
Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan Iptek di Bidang
Politik
Ada empat hal yang selalu dikedepankan pada saat ini dalam bidang politik,yaitu
1.      demokratisasi
2.       kebebasan
3.       keterbukaan
4.      hak asasi manusia.
Keempat hal tersebut oleh negara-negara adidaya (Amerika Serikat dan sekutunya) dijadikan standar atau acuan bagi negara-negara lainnya yang tergolong sebagai negara berkembang. Acuan tersebut dibuat berdasarkan kepentingan negara adidaya tersebut, tidak berdasarkan kondisi negara yang bersangkutan. Apabila suatu negara tidak mengedepankan empat hal tersebut, akan dianggap sebagai musuh bersama. Selain itu, sering dianggap sebagai teroris dunia serta akan diberikan sanksi berupa embargo dalam segala hal yang menyebabkan timbulnya kesengsaraan seperti kelaparan, konfl ik, dan sebagainya.
Sebagai contoh, Indonesia pernah diembargo oleh Amerika Serikat, yaitu tidak memberikan suku cadang pesawat F-16 dan bantuan militer lainnya, karena pada waktu itu, Indonesia dituduh tidak demokratis dan melanggar hak asasi manusia. Sanksi tersebut hanya diberlakukan kepada negara-negara yang tidak menjadi sekutu Amerika Serikat, sementara sekutunya tetap dibiarkan meskipun melakukan pelanggaran.
Misalnya Israel yang banyak membunuh rakyat Palestina dan menyerang Lebanon tetap direstui tindakannya tersebutoleh Amerika Serikat. Di sisi lain, isu demokratisasi yang sekarang menjadi acuan utama bagi eksistensi suatu negara sebenarnya secara tidak langsung telah menutup mata kita terhadap mana yang benar dan yang salah. Segala sesuatu peristiwa selalu dikaitkan dengan demokratisasi. Akan tetapi, demokratisasi yang diusung adalah demokrasi yang dikehendaki oleh negara-negara adidaya yang digunakan untuk menekan bahkan menyerang negara-negara berkembang yang bukan sekutunya. Akibatnya, selalu terjadi konfl ik kepentingan yang pada akhirnya mengarah pada pertikaian antarnegara. Permasalahan di atas dapat ditaati oleh, Indonesia apabila menerapkan menganut paham demokrasi Pancasila. Melalui paham inilah akan tercipta
pemerintahan yang kuat, mandiri dan tahan uji serta mampu mengelola konflik kepentingan yang dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan apalagi bangsa Indonesia sebagai bangsa yang pluralistik, dapat memperteguh wawasan kebangsaannya melalui sebagian Bhinneka Tunggal Ika.
Bangsa Indonesia harus mampu menunjukkan eksistensinya sebagai
negara yang kuat dan mandiri, namun tidak meninggalkan kemitraan dan
kerjasama dengan negara-negara lain dalam hubungan yang seimbang, saling
menguntungkan, saling menghormati, dan menghargai hak dan kewajiban masing-masing. Untuk mencapai hal tersebut, bangsa Indonesia harus segera mewujudkan hal-hal sebagai berikut.
1) Mengembangkan demokratisasi dalam segala bidang.
2) Mengaktifkan masyarakat sipil dalam arena politik.
3) Mengadakan reformasi lembaga-lembaga politik agar menjalankan
fungsi dan peranannya secara baik dan benar.
4) Memperkuat kepercayaan rakyat dengan cara menegakkan pemerintahan
yang bersih dan berwibawa.
5) Menegakkan supremasi hukum.
6) Memperkuat posisi Indonesia dalam kancah politik internasional.
Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan Iptek di Bidang
Ekonomi
Sebenarnya sebelum menyentuh bidang politik, kemajuan iptek lebih dahulu terjadi pada bidang ekonomi seiring dengan berkembangnya proses globalisasi ekonomi. Sejak digulirkannya liberalisasi ekonomi oleh Adam Smith sekitar abad ke-15, telah melahirkan perusahaan-perusahaan multinasional yang melakukan aktivitas perdagangannya ke berbagai negara. Mulai abad ke-20, paham liberal kembali banyak dianut oleh negara-negara di dunia terutama negara maju. Hal ini membuat globalisasi ekonomi makin mempercepat perluasan jangkauannya ke semua tingkatan negara mulai negara maju sampai negara berkembang seperti Indonesia.
Kenyataan yang terjadi, globalisasi ekonomi lebih dikendalikan oleh negara-negara maju. Sementara negara-negara berkembang kurang diberi ruang dan kesempatan untuk memperkuat perekonomiannya. Negaranegara berkembang semacam Indonesia lebih sering dijadikan objek yang hanya bertugas melaksanakan keinginan-keinginan negara maju. Keberadaan
lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti IMF (International Monetary Fund),
Bank Dunia (World Bank) dan WTO (World Trade Organization) belum sepenuhnya memihak kepentingan negara-negara berkembang. Dengan kata lain, negara-negara berkembang hanya mendapat sedikit manfaat. Hal tersebut dikarenakan ketiga lembaga tersebut selama ini selalu berada di bawah pengawasan pemerintahan negara-negara maju. Akibatnya, semua kebijakan
selalu memihak kepentingan-kepentingan negara maju.
Sistem ekonomi kerakyatan merupakan senjata ampuh untuk melumpuhkan pengaruh negatif dari kemajuan iptek dan memperkuat kemandirian bangsa kita dalam semua hal. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu kiranya segera diwujudkan hal-hal di bawah ini:
Sistem ekonomi dikembangkan untuk memperkuat produksi domestik untuk pasar dalam
negeri sehingga memperkuat perekonomian rakyat.
2) Pertanian dijadikan prioritas utama karena mayoritas penduduk Indonesia bermatapencaharian
sebagai petani.
3) Industri-industri haruslah menggunakan bahan baku dari dalam negeri, sehingga tidak bergantung impor dari luar negeri.
4) Diadakan perekonomian yang berorientasi pada kesejahteraa rakyat. Artinya, segala sesuatu
yang menguasai hajat hidup orang banyak, haruslah bersifat murah
dan terjangkau.
5) Tidak bergantung pada badanbadan multilateral seperti pad IMF, Bank Dunia, dan WTO.
6) Mempererat kerja sama dengan sesama negara berkembang untuk bersama-sama mengahadapi
kepentingan negara-negara maju.
Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan Iptek di Bidang
Sosial Budaya
Dalam bidang sosial budaya, kemajuan iptek telah membawa pengaruh dalam perilaku yang ditampilkan oleh setiap masyarakat. Di antara pengaruh tersebut adalah dalam hal gaya hidup, gaya pakaian, dasar ikatan hidup bermasyarakat, dan semakin mudahnya mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan. Tiga hal yang disebutkan pertama, cenderung memberikan
pengaruh yang negatif. Oleh karena itu, kita harus membentengi diri dengan nilai-nilai yang selama ini sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, yaitu nilai-nilai Pancasila. Adapun pengaruh yang disebutkan terakhir cenderung memberikan keuntungan bagi bangsa kita. Oleh karena itu, kita perlu mengadopsi hal tersebut dengan tidak mengabaikan nilai-nilai jati diri bangsa kita.
Kemajuan iptek salah satunya ditandai dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Agar hal tersebut bersifat positif dan dapat diserap ke dalam budaya kehidupan kita sehari-hari, maka kita perlu mengusahakan perubahan nilai dan prilaku, antara lain:
1) Terbuka terhadap inovasi dan perubahan.
2) Berorientasi pada masa depan daripada masa lampau.
3) Dapat memanfaatkan kegunaan iptek.
4) Menghargai pekerjaan sesuai dengan prestasi.
5) Menggunakan potensi lingkungan secara tepat untuk pembangunan
berkelanjutan.
6) Menghargai dan menghormati hak-hak asasi manusia.

Kerjakan Latihan sebagai Presensi  Kehadiran melalui link di bawah ini

https://forms.gle/3U2kFiz3LfJkvHJq9

Sumber bacaan

Fatma Indahwati,2020,PKn SMA/MA Kelas XII 3,Jakarta: CV Graha

Daring PKn XI, 23 Februari 2022 Strategi Mengatasi Berbagai Ancaman terhadap Bidang Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Pertahanan dan Keamanan dalam Membangun Integrasi Nasional

Strategi Mengatasi Berbagai Ancaman terhadap Bidang Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Pertahanan dan Keamanan dalam Membangun ...